Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Hubungan Antara Housekeeping dan Safety

Housekeeping dan Safety – Setiap perusahaan pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing-masing orang mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang selalu bersih dan rapi. Namun pada kenyataannya kondisi ini sulit terjadi di setiap perusahaan. Banyak perusahaan yang seringkali mengeluh begitu sulitnya dan banyak membuang waktu hanya untuk mencari data dan atau sarana yang lupa penempatannya. Tidak hanya itu, seringkali kita kurang nyaman dengan kondisi berkas kerja yang berantakan dan tidak jarang memicu kondisi emosional kita.

Penetapan standar “good housekeeping” (penataan area kerja yang baik) harus selalu ada di sebuah perusahaan, baik itu jika anda berada diantara debu dan bisingnya alat berat di area konstruksi atau di kantor elegan di gedung pencakar langit. Tidak ada perusahaan yang terbebaskan dari tuntutan memperhatikan housekeeping, meskipun memang ada standar yang berbeda antara perusahaan dengan industri yang berbeda, misalnya berbasis manufaktur dengan perusahaan yang berbasis teknologi.

Occupational Safety and Health Administration atau OSHA yang bertugas mengatur standar yang berhubungan dengan isu-isu legalitas dari berbagai industri pada umumnya, konstruksi dan peraturan-peraturan lainnya, juga sudah mengatur standar tentang housekeeping, yaitu di Standar OSHA 1910.22. Fokus utama OSHA sebenarnya adalah tentang bahaya dari aktivitas kerja yang sering dilakukan atau area yang dilalui para karyawan, seperti adanya bahaya yang disebabkan karena paku atau benda-benda tajam lainnya, pemblokiran akses, akumulasi debu yang mudah terbakar dan juga hal-hal berbahaya lainnya.

Hubungan antara Housekeeping dan Safety

Dalam Lean Six Sigma dan konsep manufaktur Jepang, ada perkakas yang bisa membantu melakukan penataan area kerja yang disebut 5S. 5S adalah istilah Jepang untuk menggambarkan secara sistematik praktek housekeeping yang baik. Berasal dari Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia. 5S adalah singkatan dari 5 kata dalam bahasa Jepang yang diawali oleh huruf S, yaitu : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia, kita bisa menterjemahkan 5S sebagai 5R, yaitu : Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin). 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai. 5R/5S harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang dari CEO hingga pada tingkat office boy.

SEIRI (RINGKAS)

Prinsip SEIRI (RINGKAS) adalah membedakan/pemilahan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan.

“Singkirkan barang-barang yang tidak diperlukan dari tempat kerja”.

Langkah melakukan RINGKAS :

  1. Cek-barang yang berada di area masing-masing.
  2. Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan dan yang tidak digunakan.
  3. Beri label warna merah untuk barang yang tidak digunakan.
  4. Siapkan tempat untuk menyimpan/membuang/memusnahkan barang-barang yang tidak digunakan.
  5. Pindahkan barang-barang yang berlabel merah ke tempat yang telah ditentukan.

 

SEITON (RAPI)

Prinsip dasarnya adalah melakukan pengaturan lingkungan kerja dan peralatan secara rapi dengan sasaran tata letak dan penempatan yang efisien sehingga pemborosan waktu untuk mencari barang bisa dihilangkan, untuk memperlancar pekerjaan.

“Setiap barang yang berada di tempat kerja mempunyai tempat yang pasti”.

Langkah melakukan RAPI :

  1. Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan.
  2. Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan.
  3. Beri label/identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula.

 

SEISO (RESIK)

Menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih.  Terdapat tiga kategori luas untuk mentargetkan Seiso, yaitu : area penyimpanan, peralatan dan lingkungan.

“Bersihkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat di tempat kerja”.

Langkah melakukan RESIK :

  1. Penyediaan sarana kebersihan,
  2. Pembersihan tempat kerja,
  3. Peremajaan tempat kerja, dan
  4. Pelestarian RESIK.

 

SEIKETSU (RAWAT)

Memelihara barang dengan teratur rapi dan bersih.

”Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja, tepat waktu”.

Langkah melakukan RAWAT :

  1. Tetapkan standar kebersihan, penempatan, penataan.
  2. Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja.

 

SHITSUKE (RAJIN)

Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan, seperti mengembalikan peralatan pada tempat penyimpanan, melakukan perawatan peralatan, dan melakukan pembersihan tempat kerja.

“Lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan”.

Langkah melakukan RAJIN :

  1. Target bersama.
  2. Teladan atasan.
  3. Hubungan/komunikasi di lingkungan kerja.
  4. Kesempatan belajar.

Good housekeeping dapat diartikan sebagai manajemen tata letak yang dilakukan di tempat kerja yang mencakup peralatan, dokumen, bangunan dan ruangan untuk membuat tempat kerja menjadi bersih, rapih, aman dan nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi bahaya yang ada di tempat kerja.

Housekeeping yang efektif dapat menghilangkan beberapa bahaya di tempat kerja dan membantu pekerjaan terlaksana dengan selamat dan dengan benar. Housekeeping yang buruk dapat berkontribusi terhadap kecelakaan karena adanya bahaya yang tersembunyi, sehingga mengakibatkan cidera atau kerugian akibat kecelakaan. Jika kertas yang terlihat berserakan, puing, ceceran dan tumpahan dianggap sebagai sesuatu yang normal, maka bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja mungkin dapat timbul karenanya.

Housekeeping tidak hanya mengenai kebersihan, namun juga termasuk memelihara tempat kerja rapi dan tertib, memelihara ruangan dan lantai dari bahaya terpeleset dan tersandung, membuang sampah, menyingkirkan barang tak terpakai dan bahaya penyebab kebakaran di tempat kerja. Selain itu juga perlu memberikan perhatian pada penataan tempat kerja, penandaan lorong, fasilitas penyimpanan dan perawatan peralatan. Good Housekeeping juga merupakan bagian dasar dari pencegahan kecelakaan dan bahaya kebakaran.

Housekeeping yang efektif dilakukan pada kegiatan yang terus menerus, bukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Pelaksanaan housekeeping yang dilakukan mendadak pada waktu tertentu (panic clean-up) biasanya menimbulkan biaya lebih dan tidak efektif mengurangi kecelakaan kerja.

Housekeeping yang buruk dapat menyebabkan:

  • Tersandung objek
  • Terbentur objek
  • Tertimpa objek yang jatuh
  • Terpeleset pada lantai yang berminyak, basah atau kotor
  • Tertusuk bagian objek yang menyolok
  • Teriris atau luka di tangan dan tubuh akibat bagian tajam benda seperti paku, kawat atau logam

Housekeeping yang baik dapat:

  • Mengurangi potensi kecelakaan tersandung, terpeleset
  • Menurunkan potensi bahaya kebakaran
  • Mengurangi paparan bahaya terhadap pekerja berupa debu dan uap bahan-bahan yang digunakan.
  • Memberi pengendalian yang baik terhadap peralatan dan material
  • Mengurangi handling pergerakan barang
  • Lebih efisien dalam pembersihan dan perawatan peralatan
  • Kondisi tempat kerja dapat menjadi lebih higienis dan sehat bagi pekerja
  • Penggunaan ruang lebih menjadi lebih efektif.
  • Mengurangi kerusakan peralatan dengan perawatan yang lebih bersifat preventif.
  • Mengurangi kebutuhan tenaga pembersih.
  • Meningkatkan kenyamanan kerja
  • Meningkatkan semangat kerja dan produktivitas.

 

5 Langkah Meningkatkan Penataan Area Kerja Agar Lebih Baik

housekeeping-dan-safety-endurra-manajemen-risiko_files

Poster K3 – Housekeeping

Sumber: safetyposter.com

  1. Menetapkan standarhousekeeping. Standar yang ditetapkan harus membuat pekerjaan jadi lebih mudah, lebih aman, dan berdampak baik pada kesehatan dan keselamatan Pimpinan bisa melibatkan karyawan dalam pembuatan standar housekeeping.
  2. Tentukan target dan ukur seberapa baik perusahaan mematuhi standarhousekeeping.
  3. Buatlah daftar/checklistuntuk membantu Anda dalam mengukur tingkat keberhasilan housekeeping yang diterapkan.
  4. Memberi umpan balik yang positif. Biarkan karyawan mengetahui seberapa baik mereka menerapkanhousekeeping dan tentukan bagaimana cara memperbaikinya.
  5. Jadikanhousekeeping sebagai kebudayaan perusahaan. Jangan sampai perusahaan baru menerapkan housekeeping hanya ketika audit, sertifikasi, atau inspeksi dilakukan.

 

Housekeeping dan Safety

Sumber :

https://safety4abipraya.wordpress.com
http://www.katigautama.com
http://shiftindonesia.com
http://www.safetysign.co.id/

|
|
|
| Endurra Indonesia


Artikel Terkait

Pengoperasian dan Perawatan Turbin Gas Turbin Gas (Gas Turbine)– Di dalam mengoperasikan dan melakukan perawatan Turbin Gas tentunya semua hal telah diatur di dalam manual book dari pabrikan turbin sesuai dengan tipe dan karakteristik mesi...
Klasifikasi Kompresor Klasifikasi Kompresor - Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor, (Turbo). Positive Displacement compress...
Turbin Gas (Gas Turbine) Turbin Gas - PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dihasilkan oleh hasil pembakaran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi. Seperti pada umumnya...
Standar Kompetensi Operator Pembangkit Tenaga Listrik PLTGU ... Level Kompetensi Operator Pembangkit Operator Pembangkit - Perlu diketahui di dalam mengoperasikan peralatan dalam industri pada dasarnya diperlukan pengetahuan yang memadai serta standar kompete...
, , , , , , ,