Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Jenis Detektor Kebakaran Pada Fire Alarm System


MACAM – MACAM DETEKTOR KEBAKARAN PADA FIRE ALARM SYSTEM

Jenis detektor kebakaran – Artikel ini akan menjelaskan tentang macam–macam jenis detektor kebakaran yang ada dalam fire alarm system. Detector adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya perubahan kondisi tertentu yang kemudian diubah menjadi sinyal elektronik. Dalam hal ini kondisi yang dimaksud adalah asap, panas, api, dan kondisi lain yang menunjang untuk mendeteksi adanya reaksi yang dihasilkan pada saat kebakaran. Respon yang terjadi setelah terdeteksinya perubahan atau pencapaian kondisi tersebut tergantung pada instalasi yang sudah didesain sebelumnya seperti aktifnya alarm bell, aktifnya fire suppression system, mematikan HVAC system dan lain lain. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis detektor kebakaran pada fire alarm system.

 

SMOKE DETECTOR

Sesuai dengan namanya smoke detector ini digunakan untuk mendeteksi asap. Prinsip pendeteksi asap adalah dengan cara optical (photoelectric) maupun physical process (ionization). Jenis smoke detector ada beberapa macam. Penjelasan mengenai macam–macam smoke detector adalah sebagai berikut:

a. Photoelectric Smoke Detector

Photoelectric Smoke Detector adalah sebuah detector yang menggunakan sensor photodiode yang digunakan untuk menangkap besaran intensitas cahaya (% light obscuration) yang dipantulkan asap dalam optical chamber dengan infrared LED. Respon dari photodiode tersebut akan mengirimkan sinyal ke fire alarm control unit.

smoke detector, fire alarm system, manajemen risiko, fire protection

  1. Optical chamber
  2. Cover
  3. Case moulding
  4. Photodiode
  5. Infrared LED

 

b. Ionization Smoke Detector

Detector jenis ini menggunakan radioisotope (americium-241) untuk mengionisasi udara. Ionization smoke detector ini lebih sensitif daripada penggunaan photoelectric smoke detector. Detector ini memiliki dua pelat yang disebut positive electrode dan negative electrode. Americium-241 mengubah molekul udara menjadi ion positif dan negatif. Ketika asap masuk kedalam ionization chamber maka akan merusak koneksi elektrikal terhadap dua pelat electrode sehingga respon ini akan mengirimkan sinyal kepada fire alarm control unit.

 

smoke detector, fire alarm, fire protection, manajemen risiko

 

c. Photoelectric Linear Projected Beam Smoke Detector

Photoelectric linear projected beam smoke detector adalah sebuah pendeteksi asap yang menggunakan receiver dan transmitter sebagai penerima cahaya infrared. Cahaya infrared yang dipancarkan oleh transmitter jika tidak dapat diterima oleh receiver karena asap maupun material lain yang menggangu maka respon ini akan mengirimkan sinyal kepada fire alarm control unit. Detector ini dapat diletakkan dalam posisi yang cukup tinggi selama cahaya yang dikirim oleh transmitter dapat diterima receiver tanpa terganggu material lain.

 

smoke detector, fire alarm, fire protection, manajemen risiko

 

d. Air Sampling Smoke Detector

Air sampling smoke detector adalah sebuah deteksi asap aktif yang memanfaatkan kipas 12 volt untuk menghirup udara melalui lubang air sampling pada instalasi pipa. Udara yang sudah tercampur asap akan masuk kedalam lubang air sampling yang kemudian dianalisa di detection chamber. Jika asap tersebut mengganggu sensor optical dalam detection chamber maka respon ini akan mengirimkan sinyal kepada fire alarm control unit.

 

asd, air sampling smoke detector, smoke detector, fire alarm, fire protection, manajemen risiko

 

e. Air Duct Smoke Detection

Smoke detector ini difungsikan untuk mendeteksi asap yang ada di dalam ducting HVAC dengan tujuan agar memberikan informasi lebih dini bahwa asap berada di dalam ducting HVAC. Informasi dini tersebut digunakan untuk mencegah asap menyebar karena sirkulasi HVAC ke seluruh ruangan.

 

HEAT DETECTOR

a. Fixed Temperature Heat Detector

Sensor ini mendeteksi temperatur sesuai dengan spesifikasi sensor. Rata–rata penggunaan sensor ini jika sudah mendeteksi panas maka detector harus diganti dengan detector yang baru.

fixed temperature heat detector, heat detector, fire alarm, fire protection, manajemen risiko

 

b. Rate Compensated Fixed Temperature Heat Detector

Detector ini memiliki prinsip kerja sama halnya dengan fixed heat temperature heat detector hanya saja detektor ini dapat mengkompensasi temperatur lingkungan sekitar dengan mengatur jarak bimetal yang ada di dalam detector.

fixed temperature heat detector, heat detector, fire alarm, fire protection, manajemen risiko

c. Rate of Rise Heat Detector

Detector panas ini dapat mendeteksi kenaikan panas secara cepat yang terjadi pada ruangan yang diproteksi. Rata – rata percepatan kenaikan temperatur pada rate of rise temperature heat detector ini sekitar ± 10°C per menit.

 

d. Linear Heat Detector

Linear heat detector ini menggunakan kabel atau media sejenis sebagai pendeteksi panas yang disebabkan insulasi yang memiliki level temperature tertentu yang dapat membuat kabel tersebut menjadi short circuit. Detector ini dapat mendeteksi sepanjang kabel tersebut. Respon dari short circuit tersebut dapat mengirimkan sinyal kepada fire control alarm unit.

 

FLAME DETECTOR

flame detector, detektor kebakaran, fire alarm, fire protection, manajemen risikoFlame detector adalah sensor yang didesain untuk mendeteksi adanya perubahan api. Detector ini menggunakan sensor ultraviolet dan infrared untuk mendeteksi api. Detector ini cukup responsif terhadap percikan api (spark) dan tingkat kepanasan yang tinggi. Penempatan detector ini lebih baik diletakan tidak di area yang memiliki potensi kedua hal tersebut, contohnya penggunaan flame detector di dalam area pengelasan.

Detektor Kebakaran

|
|
|
| Endurra Indonesia


Artikel Terkait

Standar Kompetensi Operator Pembangkit Tenaga Listrik PLTGU ... Level Kompetensi Operator Pembangkit Operator Pembangkit - Perlu diketahui di dalam mengoperasikan peralatan dalam industri pada dasarnya diperlukan pengetahuan yang memadai serta standar kompete...
Penanganan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik (Coal Handling... Penanganan Batu Bara - Dalam industri listrik keberadaan pusat listrik tenaga uap sudah sangat dikenal di Indonesia. Sebagai salah satu industri yang masuk dalam kategori obyek vital nasional kehadira...
Analisis Keselamatan Kerja – Job Safety analysis Analisis Keselamatan Kerja (Job Safety Analysis) - Kecelakaan bukanlah suatu peristiwa tunggal, tetapi merupakan hasil dari serangkaian penyebab yang saling berkaitan yang disebabkan oleh kelemahan ma...
Komponen Kompresor dan Fungsinya Kerangka (frame) Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi juga sebagai tempat kedudukan bantalan, poros engkol, silinder dan tempat penampungan minyak pelumas. Por...
, , , , , ,