Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Penanganan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik (Coal Handling)

Penanganan Batu Bara – Dalam industri listrik keberadaan pusat listrik tenaga uap sudah sangat dikenal di Indonesia. Sebagai salah satu industri yang masuk dalam kategori obyek vital nasional kehadirannya tentunya sangat berpengaruh baik bagi negara maupun lingkungan di sekitarnya. Hal ini tentunya didasari dari produk yang dihasilkan berupa energi listrik yang dapat dinikmati oleh sebagian besar penduduk di Indonesia.

Batu bara sebagai sumber bahan bakar utama dalam fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tentunya memiliki system manajemen proses tersendiri yang terintegrasi secara berkelanjutan untuk mendukung berlangsungnya proses produksi listrik yang dihasilkan oleh unit pembangkitan.

Penanganan Batu bara

Dalam artikel ini akan dibahas sekilas tentang sistem Coal Handling pada unit PLTU. Peralatan utama yang terdapat di sistem Coal Handling diantaranya sebagai berikut :

1. Ship Unloader

Ship Unloader (Shilo) merupakan peralatan yang di gunakan untuk memindahkan batu bara yang terdapat pada kapal angkutan menuju ke Conveyor. Peralatan ini pada umumnya terdiri dari 2 buah Grab yang memiliki kecepatan pembongkaran maximal 1250 – 1500 ton/jam

coal-handling-shipunloader

 

2. Conveyor

Cenveyor merupakan peralatan untuk memindahkan batu bara dari Ship Unloader sampai dengan Tripper Galery, terdiri atas beberapa tahap (bagian). Masing-masing conveyor terdiri atas 2 line, dan pada umumnya Conveyor memiliki kapasitas sekitar 1000 – 1500 ton/jam dengan kecepatan 2,5 m/s.

coal-handling-conveyor

3. Transfer Tower

Transfer Tower merupakan peralatan untuk memindah batu bara dari Line Conveyor satu ke Conveyor berikutnya, jika ada masalah dari salah satu Line Conveyor tersebut dapat dilakukan pertukaran.

coal-handling-transfertower

4. Stacker & Reclaimer

Adalah satu alat yang memiliki 2 fungsi yaitu Stacking & Reclaiming. Stacker & Reclaimer merupakan peralatan untuk menata batu bara di coal yard (tempat penyimpanan batu bara) dan mengambil batu bara dari coal yard, peralatan ini umumnya memiliki 2 Stacker & Reclaimer, Stacker memiliki kapasitas 1500-1650 ton/jam sedangkan Reclaimer memiliki kapasitas 1000-1100 ton/jam.

coal-handling-stacker-reclaimer

5. Crusher Building

Crusher Building adalah suatu bangunan yang di dalamnya terdapat beberapa alat untuk menghancurkan batu bara yaitu Vibrating Screen dan Crusher. Vibrating Screen berfungsi untuk mengayak batu bara. Batu bara yang tidak lolos di Vibrating Screen masuk ke Crusher. Vibrating Screen berkapasitas 1000 ton/jam sedangkan Crusher dapat menghancurkan 800 ton/jam.

coal-handling-crusherbuilding

6. Tripper Gallery

Tripper Galery merupakan peralatan untuk mendistribusikan batu bara ke tempat penyimpanan (silo), setiap unit mempunyai beberapa silo, setiap silo mempunyai kapasitas sesuai dengan yang dibutuhkan.

coal-handling-trippergallery

7. Coal Feeder

Batu bara yang terdapat pada di dalam coal bunker jatuh menuju hopper coal feeder dan akan di jatuhkan ke dalam furnace dengan bantuan udara pendorong primary air. Coal Feeder di operasikan saat temperatur furnace sekitar 600oC.

coal-feeder

 

Semua proses Coal Handling System dapat dikontrol dan diperasikan oleh Coal Handling Control Building. Dari mulainya batu bara diambil dari kapal angkut sampai ke tempat penyimpanannya. Proses Coal Handling adalah proses penanganan atau pemeliharaan batu bara untuk bahan bakar.

Pada proses Coal Handling System, ada beberapa peralatan yang digunakan yaitu Ship Unloader, Conveyor, Transfer Tower, Stacking & Reclaimer, Crusher Building, Tripper Galery. Proses Stacking adalah proses pengambilan batu bara di area Jetty (dermaga), dari kapal (tongkang) pengangkut batu bara, proses ini menggunakan alat yang disebut Ship Unloader. Ship Unloader adalah alat yang di gunakan untuk memindahkan batu bara yang terdapat pada kapal angkutan ke coal yard, dan dikombinasikan dengan sistem bongkar batu bara (Coal Unloading System). Coal Handling System mendistribusikan batu bara dari dermaga ke area coal yard untuk disimpan melalui Stacking & Reclaiming System.

Batu bara yang sudah diambil dari kapal dimasukkan ke silo untuk diteruskan Conveyor menuju ke coal yard. Conveyor adalah peralatan untuk mendistribusikan batu bara dari Ship Unloader sampai dengan Tripper Galery, terdiri atas beberapa  bagian. Masing-masing Conveyor umumnya terdiri atas 2 line (Line A & B).

Batu bara yang dibawa Conveyor dari Ship Unloader ke Tripper Galery akan melalui alat yang disebut Transfer Tower. Jika Conveyor A mengalami kegagalan sistem, maka akan dipindahkan oleh Transfer Tower ke jalur Conveyor B, begitu juga sebaliknya. Transfer Tower akan secara otomatis memindahkan batu bara ke jalur conveyor lain jika ada conveyor yang mengalami setiap kendala atau kegagalan pada sistemnya.

Conveyor yang membawa batu bara dari Ship Unloader akan menuju ke coal yard. Coal yard akan menampung sekitar 800 ribu ton batu bara. Di coal yard terdapat alat yang disebut Stacker & Reclaimer. Stacker & Reclaimer mempunyai fungsi ganda yaitu mendistribusikan/ menata batu bara di coal yard dan mengambil batu bara dari coal yard. Tumpukan batu bara yang ada di coal yard akan diambil oleh reclaimer kemudian diangkut oleh conveyor, dan conveyor akan meneruskannya ke Crusher Building. Di dalam Crusher Building, batu bara akan dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil. Pada umumnya Crusher Building dapat menghancurkan 800 ton/jam. Setelah keluar dari Crusher Building, conveyor akan membawa batu bara ke Tripper Galery (peralatan untuk mendistribusikan batu bara ke tempat penyimpanan – silo). Setiap unit pembangkit umumnya memiliki beberapa silo dan setiap silo mempunyai kapasitas yang sama.

Penanganan Batu Bara

|
|
|
| Endurra Indonesia


, , , , , ,