Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Pengendalian Emisi SO2 pada Gas Buang Boiler

Emisi Gas Buang :
Pengendalian Emisi SO2 pada Gas Buang Boiler

 

Emisi Gas Buang Untuk mengendalikan emisi gas buang SO2 yang dihasilkan oleh boiler ada tiga macam teknik, teknik pre-combustion, teknik modifikasi combustion, dan post-combustion.

  1. Modifikasi pre-combustion adalah memodifikasi bahan bakar yang digunakan oleh boiler. Misalnya, mengganti bahan bakar boiler dengan gas alam, akan mengurangi emisi SO2 sampai dengan 0%. Atau dengan bahan bakar solar yang mampu meminimalisir kandungan SO2 meskipun tidak mencapai 0%, karena dari kedua bahan bakar ini pada dasarnya memiliki kadar sulfur yang rendah, namun karena sifat dari kedua bahan bakar ini yang mudah menguap  dan ketersediannya sangat terbatas membuat teknik ini tidak efisien serta membutuhkan sarana penyimpanan khusus, distribusi, termasuk desain boiler dan faktor keselamatan dalam pengoperasiannya.
  2. Modifikasi Proses Pembakaran, sistem Fluidized Bed Combustion merupakan metode mencampurkan udara dengan gas buang dan mengarahkan campuran tersebut ke material  penyerap sulfur seperti limestone dan dolomite. Berjalannya sistem ini mampu menyerap sulfur hingga 95% dari keseluruhan polutan sulfur yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara.

    System pembakaran Fluidized Bed

  3. Modifikasi sistem setelah proses pembakaran, berbagai jenis emisi hasil pembakaran (Sulfur Dioksida, Sulfur Trioksida, Nitrogen Oksida, Karbon Monoksida, Abu(fly Ash) dan Karbon Dioksida) yang terbentuk dapat di kontrol menggunakan teknik penyerapan polutan berbahaya tersebut. Diantaranya proses modifikasi yang di lakukan sebagai berikut :

Flue Gas Desulphurization

Ada dua type jenis proses yang umum digunakan yaitu type basah (Wet Flue Gas Desulphurization) dan tipe kering (Dry Flue Gas Desulphurization).

a) Type Basah, FGD Menggunakan bahan baku air laut sebagai media penyerap emisi sulfur.

Flue Gas yang keluar dari boiler, dialirkan ke sistem Flue Gas Desulphurization (FGD) dan disemprot dengan menggunakan air laut terjadi reaksi kimia :

SO2 + H2O è H+ + HSO3

Selanjutnya terjadi proses oksidasi, menggunakan metode oksidation air blower, udara dari atmosfer dimasukkan ke dalam tangki larutan campuran antara air laut dengan hasil dari reaksi kimia sebelumnya, reaksi kimianya :

HSO3+ ½ O2 è HSO4

Di akhir proses reaksi kimia terjadi secara alami di neutralisation basin, ialah :

HSO4 + HCO3 è SO42+ + H2O + CO2

Rekasi alami ini menghasilkan zat penyusun alami air laut yang menurut penelitian jika menambahkan zat tersebut ke air laut masih tidak berpengaruh terhadap lingkungan air laut.

Flu Gas Desulphurization Type Basah

 

 b) Type Kering, udara flue gas dimasukkan ke dalam sistem dan disemprot dengan zat kimia absorber sulfur (bukan air laut), tetapi bahan kimia CaCo3 (limestone) dengan reaksi absorbsi:

CaCO3 (solid) + SO2 (gas) è CaSO3 (solid) + CO2 (gas) 

Selain CaCO3 dapat digunakan Ca(OH)2 dan Mg(OH)2 magnesium hidroksida. Metode prosesnya dengan pengkabutan (rotary atomizer) sehingga diperoleh ukuran partikel yang cukup kecil untuk mengoptimalkan proses penyerapan SO2.

 

Sistem CNOx

Sistem CSNOx merupakan sebuah sistem terbaru yang telah dikembangkan dan dipatenkan oleh Ecospec Global Technology, sebuah perusahaan riset dan teknologi yang berkantor pusat di Singapura. Sistem ini diklaim sebagai sebuah sistem pengendali emisi gas buang pertama di dunia yang mampu menyerap tiga sekaligus emisi gas buang yakni karbon dioksida (CO2), Sulfur dioksida (SO2), dan sekaligus NOx.

Bukan hanya itu kelebihan CSNOx, sistem ini mampu menyerap polutan-polutan tersebut dengan jumlah yang melebihi FGD. Dalam uji cobanya yang dipasangkan ke dalam sebuah kapal tanker Alframax pada bulan Februari 2010, CSNOx mampu menyerap 99% SO2, 77% CO2, dan 66% untuk NOx.

Sistem kerja CSNOx

 

Prinsip kerja utama dari CSNOx adalah penggunaan gelombang frekuensi ultra rendah/ Ultra Low Frequency (ULF) yang dipancarkan ke air sebagai media kerjanya.

Air selanjutnya di reaksikan dengan gas buang boiler untuk menyerap SO2, CO2, dan NOx.

Komponen utama CSNOx :

1) Bio Fouling Control, berfungsi untuk mengendalikan organisme-organisme air (laut) pada air sehingga tidak menganggu proses selanjutnya.

2) Bio Fouling Control, berfungsi untuk mengendalikan organisme-organisme air (laut) pada air sehingga tidak mengganggu proses selanjutnya.

3) SOx Absorption Enhancer, komponen untuk mengoptimalkan proses penyerapan polutan sulfur oleh air.

4) pH Exciter, berfungsi untuk mengontrol pH air sebelum proses penyerapan polutan.

5) Ultra Low Frequency Electrode, berfungsi memancarkan gelombang ultra rendah pada air.

6) Mineral Scale Control, berfungsi untuk mencegah pembentukan kerak pada pipa-pipa.

7) CO2 dan NOx Reducer, berfungsi untuk mengoptimalkan proses penyerapan CO2 dan NOx.

8) Discharge Mixing Tank, berfungsi untuk penampung air hasil proses penyerapan sebelum dikembalikan ke laut.

Creator : Ariyandi

Reviewer : Errie

|
|
|
| Endurra Indonesia

Artikel Lainnya

Hubungan Antara Label dan Pewarnaan Dengan Safety Label dan Pewarnaan - Pemberian label nama bangunan, ruangan, tangki, pipa, dan peralatan, khususnya bangunan dan ruangan yang menaungi proses-proses berbahaya/peralatan kritikal/barang-barang berbaha...
Standar Kompetensi Operator Pembangkit Tenaga Listrik PLTGU ... Level Kompetensi Operator Pembangkit Operator Pembangkit - Perlu diketahui di dalam mengoperasikan peralatan dalam industri pada dasarnya diperlukan pengetahuan yang memadai serta standar kompete...
Analisis Keselamatan Kerja – Job Safety analysis Analisis Keselamatan Kerja (Job Safety Analysis) - Kecelakaan bukanlah suatu peristiwa tunggal, tetapi merupakan hasil dari serangkaian penyebab yang saling berkaitan yang disebabkan oleh kelemahan ma...
Impairment Management Impairment Management - Suatu kerugian terjadi ketika proteksi kebakaran atau sistem deteksi, sistem alarm kebakaran atau sistem lainnya yang dirancang untuk menjaga ketahanan dari api terhadap elemen...
, , , , , , ,