Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Penyalur Petir

PENYALUR PETIR

 

Untuk melindungi properti dan aset yang ada di ruang terbuka dari sambaran petir maka dipasanglah penangkal petir. Penangkal Petir atau istilah lainnya Anti Petir, mungkin itu adalah istilah yang sudah salah kaprah dalam bahasa kita, karena kesan yang ditimbulkan dua istilah ini adalah aman 100% terhadap petir. Pada dasarnya sistim pengamanan sambaran petir langsung bukan membuat posisi kita aman 100% dari petir, melainkan menghindari kerusakan fatal akibat sambaran langsung serta mengurangi dampak kerusakan peralatan listrik dan elektronik bila ada sambaran petir yang mengenai bangunan kita. Maka istilah yang paling tepat untuk pengamanan petir adalah PENYALUR PETIR.

Pada artikel sebelumnya anda dapat membaca tentang Proses Terjadinya Petir 

 

PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIR

Manusia selalu mencoba untuk menaklukkan keganasan alam. Salah satunya adalah mencoba mengurangi dampak kerugian akibat sambaran petir. Hal yang bisa dilakukan hingga saat ini adalah memasang alat penangkal petir.

Gambar. Alur Penangkal Petir

Cara Kerja Penangkal Petir

Pada saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah (bumi) akan segera tertarik ke atas. Muatan listrik itu kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor menuju ke ujung batang penangkal petir konvensional atau batang penangkal petir radius. Pada saat muatan listrik negatif berada cukup dekat ke ujung batang penangkal petir, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat. Muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif di awan.

Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah melalui kabel konduktor / kabel bc penangkal petir, sehingga sambaran petir tidak mengenai bangunan / gedung. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat penangkal petir internal yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).

Metoda yang pernah dikembangkan dalam pembuatan penangkal petir adalah :

  1. Penangkal Petir Konvensional / Faraday / Franklin

Kedua ilmuwan tersebut, Faraday dan Franklin, menjelaskan sistim yang hampir sama, yakni sistim penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding, sedangkan sistim perlindungan yang dihasilkan ujung penerima/splitzer adalah sama pada rentang 30 – 40 derajat. Perbedaannya adalah sistim yang dikembangkan Faraday bahwa kabel penghantar berada pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai material penerima sambaran petir, yaitu berupa sangkar elektris atau biasa di sebut dengan sangkar faraday.

Gambar. Penangkal Petir Konvensional

Gambar. Penangkal Petir Konvensional

 

  1. Penangkal Petir Radioaktif

Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir, dan semua ilmuwan sepakat bahwa terjadinya petir karena ada muatan listrik di awan berasal dari proses ionisasi, maka untuk menggagalkan proses ionisasi dilakukan dengan cara menggunakan zat beradiasi seperti Radiun 226 dan Ameresium 241 karena kedua bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang dapat menetralkan muatan listrik awan. Manfaat lain hamburan ion radiasi tersebut akan menambah muatan pada ujung finial/splitzer. Bila mana awan yang bermuatan besar tidak mampu dinetralkan zat radiasi, maka akan cenderung mengenai penangkal petir ini.

Gambar. Alur Penangkal Petir

Keberadaan penangkal petir jenis ini telah dilarang pemakaiannya, berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi zat beradiasi di masyarakat. Selain itu penangkal petir ini dianggap dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

  1. Penangkal Petir Elektrostatis

Prinsip kerja penangkal petir elektrostatis mengadopsi sebagian sistem penangkal petir radioaktif, yaitu menambah muatan pada ujung finial/splitzer agar petir selalu melilih ujung ini untuk disambar. Perbedaan dengan sistem radio aktif adalah jumlah energi yang dipakai. Untuk penangkal petir radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat beradiasi sedangkan pada penangkal petir elektrostatis energi listrik yang dihasilkan dari listrik awan yang menginduksi permukaan bumi.

Gambar. Alur Penangkal Petir

 

Gambar. Alur Penangkal Petir

Secara internasional, pemasangan instalasi penyalur petir ini diatur dalam NFPA 780 : Standard for the Installation of Lightning Protection SystemSedangkan secara nasional, hal tentang instalasi penyalur petir ini diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor : PER.02/MEN/1989 Tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir.

Berdasar Permenaker tersebut di atas, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Yang diatur oleh Peraturan Menteri ini adalah Instalasi Penyalur Petir non radioaktif di tempat kerja.
  2. Tempat kerja yang perlu dipasang instalasi penyalur petir antara lain:
  3. Bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi daripada bangunan di sekitarnya, seperti menara-menara, cerobong, silo, antena pemancar, monumen dan lain-lain.
  4. Bangunan di mana disimpan, diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar, seperti pabrik-pabrik amunisi, gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain.
  5. Bangunan untuk kepentingan umum, seperti tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, gedung pertunjukan, hotel, pasar, stasiun, candi dan lain-lain.
  6. Bangunan untuk menyimpan barang barang yang sukar diganti, seperti: museum, perpustakaan, tempat penyimpanan arsip dan lain-lain.
  7. Daerah-daerah terbuka, seperti daerah perkebunan, Padang Golf, Stadion Olah Raga dan tempat-tempat lainnya.
  8. Bagian-bagian Instalasi Penyalur Petir

Instalasi penyalur petir ialah seluruh susunan sarana penyalur petir terdiri atas:

    1. Penerima (Air Terminal/Rod) adalah peralatan dan atau penghantar dari logam yang menonjol lurus ke atas dan atau mendatar guna menerima petir.
    2. Penghantar penurunan (Down Conductor) adalah penghantar yang menghubungkan penerima dengan elektroda bumi. Bahan harus dari tembaga atau sederajat dan memiliki diameter sekurang-kurangnya 50mm. Untuk satu penerima harus ada paling sedikit 2 penghantar penurunan dan jarak antara mereka adalah :
      • Pada bangunan yang tingginya < 25 meter, maka jaraknya 20 meter maksimum.
      • Pada bangunan yang tingginya antara 25 – 50 meter, maka jaraknya {30 – (0,4 x tinggi bangunan)}.
      • Pada bangunan yang tingginya > 50 meter, maka jaraknya 10 meter maksimum.
    3. Elektroda Bumi (Earth Electrode) adalah bagian dari instalasi penyalur petir yang ditanam dan kontak langsung dengan bumi. Elektroda bumi yang digunakan untuk pembumian instalasi listrik tidak boleh digunakan untuk pembumian instalasi penyalur petir.

Untuk daerah normal, elektroda bumi dapat dibuat dari:

      • Pipa baja yang disepuh dengan Zn (Zincum) dan garis tengah sekurang-kurangnya 25mm dan tebal sekurang-kurangnya 3,25mm.
      • Batang baja yang disepuh dengan Zn dan garis tengah sekurang-kurangnya 19mm.
      • Pita baja yang disepuh dengan Zn yang tebalnya sekurang-kurangnya 3mm dan lebar sekurang-kurangnya 25mm.

Untuk daerah-daerah yang sifat korosifnya lebih besar, elektroda bumi harus dibuat dari :

      • Pipa baja yang disepuh dengan Zn dan garis tengah dalam sekurang-kurangnya 50mm dan tebal sekurang-kurangnya 3,5mm.
      • Pipa dari tembaga atau bahan yang sederajat atau pipa yang disepuh dengan tembaga atau bahan yang sederajat dengan garis tengah daIam sekurang-kurangnya 16mm dan tebal sekurang-kurangnya 3mm.
      • Batang baja yang disepuh dengan Zn dengan garis tengah sekurang-kurangnya 25mm.
      • Batang tembaga atau bahan yang sederajat atau batang baja yang disalur dengan tembaga atau yang sederajat dengan garis tengah sekurang-kurangnya 16mm.
      • Pita baja yang disepuh dengan Zn dan tebal sekurang-kurangnya 4mm dan lebar sekurang-kurangnya 25mm.

termasuk perlengkapan lainnya yang merupakan satu kesatuan berfungsi untuk menangkap muatan petir dan menyalurkannya ke bumi.

  1. Daerah perlindungan Instalasi Penyalur Petir
  2. Untuk menentukan daerah perlindungan bagi penerima dengan jenis Franklin dan SangkarFaraday yang berbentuk runcing adalah suatu kerucut yang mempunyai sudut puncak 112° (seratus dua belas derajat).
  3. Untuk menentukan daerah perlindungan bagi penerima yang berbentuk penghantar mendatar adalah dua bidang yang saling memotong pada kawat itu dalam sudut 112° (seratus dua belas derajat).
  4. Untuk menentukan daerah perlindungan bagi penerima jenis lain adalah sesuai dengan ketentuan tehnis dari masing-masing penerima.
  5. Instalasi Penyalur Petir harus diperiksa dan diuji :
  • Sebelum penyerahan instalasi penyalur petir dari instaler (kontraktor) kepada pemakai.
  • Setelah ada perubahan atau perbaikan suatu bangunan dan atau instalasi penyalur petir.
  • Secara berkala setiap dua tahun sekali.
  • Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir.
  1. Tahanan pembumian dari seluruh sistem pembumian tidak boleh lebih dari 5 ohm.

 

 

Sumber :

www.penyalurpetir.com

Permenaker no. PER.02/MEN/1989

 

Creator : Iwan Premianto

Reviewer : Ariyandi

|
|
|
| Endurra Indonesia

Artikel Lainnya

Hubungan Antara Label dan Pewarnaan Dengan Safety Label dan Pewarnaan - Pemberian label nama bangunan, ruangan, tangki, pipa, dan peralatan, khususnya bangunan dan ruangan yang menaungi proses-proses berbahaya/peralatan kritikal/barang-barang berbaha...
Turbin Gas (Gas Turbine) Turbin Gas - PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dihasilkan oleh hasil pembakaran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi. Seperti pada umumnya...
Klasifikasi Kompresor Klasifikasi Kompresor - Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor, (Turbo). Positive Displacement compress...
Jenis Detektor Kebakaran Pada Fire Alarm System MACAM – MACAM DETEKTOR KEBAKARAN PADA FIRE ALARM SYSTEM Jenis detektor kebakaran - Artikel ini akan menjelaskan tentang macam–macam jenis detektor kebakaran yang ada dalam fire alarm system. Dete...
, , , ,