Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Artikel & Informasi

Peralatan dan Fasilitas Penyelidikan Kecelakaan

Peralatan dan Fasilitas Penyelidikan Kecelakaan

Peralatan dan fasilitas untuk penyelidikan kecelakaan/insiden secara umum Antara lain berupa :

  1. Peralatan Administrasi

Buku catatan dengan check list dari factor-faktor yang terjadi, formulir laporan kecelakaan dari perusahaan, formulir laporan untuk saksi-saksi, kertas grafik untuk pembuatan sket, clipboard dan lain-lain.

  • Peralatan Lapangan
  • Senter (Flashlight)

Harus ada yang sejenis esplosion proof dan sebaiknya dilengkapi dengan minimal 1 set baterai cadangan.

  • Meteran

Sedapat mungkin yang mempunyai skala meter dan ft, juga sangat penting agar meteran ini dilengkapi dengan anker, karena pada pengukuran yang dilakukan hanya oleh satu orang, anker ini sangat menolong sekali.

  • Cermin (Inspection Mirror)

Alat ini berguna untuk memeriksa bagian-bagian alat atau daerah yang tidak terjangkau oleh mata belaka.

  • Tali dan pita barrier

Berguna untuk membatasi/melokalisir area di lapangan seperti daerah tempat puing-puing yang sangat perlu dijaga dan dicegah dari orang-orang yang tak berkepentingan.

  • Scala dan Protactor

Alat ini tidak digunakan untuk membuat sket, khususnya pada penyelidikan kecelakaan lalu lintas.

  • Sikat (brush)
  • Untuk membersihkan alat-alat, atau material yang kotor dalam rangka mendapatkan data-data teknis dari kecelakaan.
  • Alat-alat khusus
  • Kamera
  • Cassette tape recorder
  • Sound level meter
  • Gas and power analyser
  • Electrical receptable tension tester
  • Wire/Hamp rope calculator
  • Fluid sample containing
  • Alat pelindung diri dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
  • Perlengkapan P3K
  • Helm Keselamatan
  • Kaca mata keselamatan
  • Bendera bekerja
  • Sarung tangan
  • Alat pelindung telinga

Menetapkan Prosedur

  1. Perencanaan harus tetap berpegangan kepada hasil yang diharapkan dari petugas penyelidikan yang meliputi :
  2. Mengidentifikasi penyebab kecelakaan dengan  melihat semua faktor kemungkinan dari peralatan dan jenis pekerjaan yang dilakukan.
  3. Menyimpulkan sifat dan besarnya masalah yang dihadapi oleh bagian/unit kerja.
  4. Menunjukkan arah perbaikan yang perlu.
  5. Menunjukkan kurang efisiensinya proses atau pelaksanaan pekerjaan sehingga menuju terjadinya kecelakaan.
  6. Menunjukkan adanya kerja yang tidak aman (Unsafe Practices).
  7. Memberikan informasi kepada penanggung jawab pekerjaan mengenai bagian proses kerja yang kurang aman.
  8. Mampu mengadakan pertimbangan yang objektif mengenai pelaksanaan program keselamatan kerja. Dengan dasar tersebut di atas, maka pembentukan tim dapat lebih mudah dilakukan, mengingat bahwa tenggang waktu antara terjadinya kecelakaan atau insiden dan mulainya penyelidikan tidak boleh terlalu lama, sebaiknya dalam waktu 1×24 jam.
  9. Kasus kecelakaan/insiden yang diselidiki
  10. Keparahan si korban dan kerusakan material/lingkungan
  11. Waktu terjadinya kecelakaan
  12. Keparahan si korban dan kerusakan Material/Lingkungan

Keparahan si korban dan kerusakan material/lingkungan yang harus diselidiki dikategorikan dalam 2 (dua) derajat potensial kecelakaan sebagai berikut :

  • Derajat potensial kecelakaan A adalah kecelakaan yang mengakibatkan manusia cedera ringan atau sedang, dan atau kecelakaan harta (aset) perusahaan dan atau dampak lingkungan mengakibatkan kerugian ringan.
  • Derajat potensial kecelakaan B adalah kecelakaan yang mengakibatkan manusia cedera berat atau fatal, dan atau kerusakan harta (aset) perusahaan dan atau dampak lingkungan mengakibatkan kerugian berat.
  • Waktu terjadinya kecelakaan/insiden adalah :
  • Kasus kecelakaan di dalam jam kerja

Kasus kecelakaan dalam jam kerja merupakan bagian yang sangat penting dari program pencegahan kecelakaan, sehingga semua kecelakaan harus diselidiki tanpa milihat keparahannya atau besarnya kerusakan harta pada atau derajat potensial kecelakaannya. Setiap kejadian kecelakaan/insiden di tempat kerja harus segera dilaporkan kepada pengawas kerja. Pengawas kerja segera melaporkan kejadian kecelakaan dan hasil penyelidikannya dengan menggunakan laporan penyelidikan kecelakaan kerja.

  • Kasus kecelakaan di luar jam kerja

Kasus kecelakaan karyawan diluar jam kerja dibedakan menurut tempat kejadiannya, yaitu apakah kejadiannya ti tempat kerja, maka dilakukan cara penyelidikan sebagaimana kecelakaan terjadi dalam jam kerja, dengan pengertian bahwa apabila  si karyawan berada di tempat kerja dalam rangka menjalankan tugas lembur harus dilengkapi atau dikuatkan dengan surat tugas.

Bila terjadi di luar kawasan perusahaan akan berlaku ketentuan umum, dimana terdapat peran pihak kepolisian, asuransi dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan dapat diwakili oleh bagian yang berwenang di perusahaan untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan perusahaan, dibantu oleh bagian personalia, keselamatan kerja dan hukum.

, , , , ,