Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Standar Kompetensi Operator Pembangkit Tenaga Listrik PLTGU Gas / Minyak


Level Kompetensi Operator Pembangkit

Operator Pembangkit – Perlu diketahui di dalam mengoperasikan peralatan dalam industri pada dasarnya diperlukan pengetahuan yang memadai serta standar kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah, terutama untuk operator yang menangani beberapa peralatan dengan risiko tinggi.

Khusus untuk operator pembangkit tenaga listrik PLTGU gas / minyak ada 3 tingkat standar kompetensi yang bisa diambil, yaitu :

operator pembangkit, operator, pembangkit, manajemen risiko

Level Operator Pembangkit Listrik

Level terendah adalah level 1 dan yang tertinggi level 3. Satu level dan level lainnya saling berhubungan dan memiliki keterikatan kuat dalam pekerjaan seorang operator pembangkit tenaga listrik PLTGU gas / minyak saat melakukan kegiatan di lapangan mengoperasikan peralatan.

Unit kompetensi yang dijabarkan di bawah ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang dibutuhkan pada beberapa Sistem Pengoperasian pada PLTGU Bahan Bakar Gas / Minyak disesuaikan dengan standar dan batasan pengoperasian.

 

operator, pembangkit, manajemen risikoLevel 1

Sebagai contoh kompetensi untuk Level 1 di antaranya sebagai berikut :
A. Mengoperasikan Sistem Pendingin
B. Mengoperasikan Sistem Pelumasan
C. Mengoperasikan Sistem Kelistrikan
D. Mengoperasikan Sistem Air Utama (Pengisi dan Penambah)
E. Mengoperasikan Sistem Udara Tekan (Udara untuk Control & Services)
F. Mengoperasikan Sistem Bahan Bakar
G. Mengoperasikan Sistem Pengolahan Limbah
H. Mengoperasikan Sistem Penunjang

Di dalam melaksanakan kegiatan pengoperasian beberapa unit sistem di atas, maka seorang operator sebelumnya harus menguasai pemahaman dan berkompetensi untuk hal-hal berikut :
A. Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
B. Perapihan Peralatan dan tempat kerja / sesuai dengan standar lingkungan area kerja.
C. Penginterpretasian gambar teknik dan flow diagram.
D. Penggunaan hand tools & power tools.

Pengetahuan yang dibutuhkan :
A. Ancillary Plant (Water Treatment, Desalination, Hydrogen, Chlorination dan Waste Waer Treatment Plant)
B. Kimia Air, Bahan Bakar dan Pelumas
C. Prinsip Dasar Mekanika Fluida dan Pemipaan
D. Pompa, Kompressor dan Katup
E. Teknik Pengukuran / Listrik atau Mekanik
F. Teori Dasar Pembangkitan
G. Teori Dasar Listrik
H. Sistem Proteksi / Relay
I. Pelumasan dan Bantalan
J. Fisika Dasar
K. Fisika Mekanika

Beberapa kompetensi tambahan yang diperoleh dengan pelatihan secara spesifik berupa kursus / on site training di antaranya sebagai berikut :
A. Sistem Injeksi Kimia
B. Sistem Dosing and Sampling
C. Analisa Uap dan Air
D. Waste Water Treatment (Pengolahan Air Limbah)
E. Condensate Water (sistem air kondensat), Make Up Water (sistem air olahan) & Feed Water System (sistem air pengumpan)
F. Sistem Catu Daya
G. Emergency Power Diesel (Penyuplai tenaga listrik cadangan)
H. Water Intake System (sistem saluran masuk air)
I. Condenser System (sistem kondensasi)


operator, pembangkit, manajemen risikoLevel 2

Unit kompetensi pada Level 2 mencakup beberapa bagian yang harus dikuasai terkait pengoperasian sistem peralatan utama unit pembangkit listrik tenaga gas / minyak.
Pada level ini seorang operator harus memiliki kompetensi dalam melakukan pekerjaan dan tanggung jawab mengoperasikan 3 peralatan utama proses pada unit pembangkit listrik di antaranya :
A. Mengoperasikan Turbin Gas PLTGU bahan bakar gas / minyak
B. Mengoperasikan Turbin Uap PLTGU bahan bakar gas / minyak
C. Mengoperasikan HRSG PLTGU bahan bakar gas / minyak

Di dalam melaksanakan kegiatan pengoperasian 3 unit sistem di atas, maka seorang operator sebelumnya harus menguasai pemahaman dan berkompetensi untuk hal-hal berikut :
A. Mengoperasikan Sistem Udara Tekan
B. Mengoperasikan Sistem Pendingin
C. Mengoperasikan Sistem Pelumasan
D. Mengoperasikan Sistem Bahan Bakar
E. Mengoperasikan Sistem Air Utama (Pengisi dan Penambah)
F. Mengoperasikan Sistem Udara dan Gas

Pengetahuan yang dibutuhkan :
A. Teori Turbin Gas & Uap
B. Thermodinamika
C. Mekanika Fluida
D. Logic Sequence (Urutan Logika)
E. Pompa, Kompressor dan Katup
F. Teori Dasar Pengaturan dan Pengukuran
G. Efisiensi
H. Heat Transfer (Perpindahan Panas)


operator, pembangkit, manajemen risikoLevel 3

Pada Level 3, khususnya berkaitan dengan analisa dan pelaksanaan pengoperasian PLTGU dengan bahan bakar Gas / Minyak yang sesuai dengan standar serta batas operasionalnya, seorang operator diharuskan memiliki pengetahuan secara menyeluruh dan lengkap tentang prosedur pengoperasian unit PLTGU dengan baik. Kompetensi pada level 3 ini juga menjabarkan bahwa operator pada tingkatan ini telah mampu berkoordinasi serta menyelesaikan masalah / kendala di dalam persiapan, start-up, pengawasan operasi, penanganan keadaan darurat serta shut down unit sesuai dengan standar operasional yang berlaku secara teratur dan berurutan.

Kemampuan untuk melakukan tindakan koreksi atau penyesuaian terhadap parameter operasi yang menyimpang dari standar dapat dilakukan selama mengacu pada data aktual di lapangan sampai dengan selesai ditangani. Pada level ini operator diharuskan telah menguasai dan memahami secara baik prosedur pengoperasian Turbin Gas, Turbin Uap dan HRSG dengan baik serta beberapa pengetahuan yang dibutuhkan di antaranya pengetahuan tentang :
A. Efisiensi
B. Distribution Control System (DCS)
C. Thermodinamika
D. Heat Transfer
E. Mekanika Fluida
F. Interlock dan Protection
G. Kimia Air

Di dalam melaksanakan standar kompetensi unit ini harus didukung dengan tersedianya SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku di perusahaan, Manual Instruction dari masing-masing Peralatan, Log Sheet yang ditetapkan oleh Perusahaan serta Peralatan dan Instrumen yang terkait dengan pelaksanaan pengoperasian unit.

Pada pengoperasian Turbin Uap PLTGU Bahan Bakar Gas / Minyak dibutuhkan tingkat kompetensi dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengoperasian peralatan pendukung (utilitas) pada suatu sistem pembangkit listrik. Hal ini memiliki tingkat ketelitian yang setara antara pengoperasian Turbin Uap, Turbin Gas, dan HRSG.

Di dalam mengoperasikan peralatan unit pembangkit listrik peran penting seorang operator sangat dibutuhkan, baik yang berperan sebagai operator di lapangan maupun di pusat kontrol di ruangan DCS (Distribution Control System). Oleh sebab itu kompetensi seperti yang dideskripsikan di atas harus diujikan di wilayah kerja masing-masing secara aktual dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Tentunya didasari oleh pengetahuan dasar tentang Operasi Pembangkitan, pengenalan lapangan pada PLTGU dan peralatan sistem pendukungnya dan terlatih di dalam pengoperasian peralatan yang telah menjadi bagian dari deskripsi pekerjaan nya.

Demikian informasi mengenai standar kompetensi dan tingkatan kualifikasi seorang operator PLTGU dengan bahan bakar Minyak / Gas berdasarkan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sumber : SK Operator PLTGU Minyak/Gas

|
|
|
| Endurra Indonesia


Artikel Lainnya

Klasifikasi Kompresor Klasifikasi Kompresor - Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor, (Turbo). Positive Displacement compress...
Penyalur Petir PENYALUR PETIR   Untuk melindungi properti dan aset yang ada di ruang terbuka dari sambaran petir maka dipasanglah penangkal petir. Penangkal Petir atau istilah lainnya Anti Petir, mungkin itu adala...
Turbin Gas (Gas Turbine) Turbin Gas - PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dihasilkan oleh hasil pembakaran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi. Seperti pada umumnya...
Proses Terjadinya Petir Proses terjadinya petir - Salah satu gangguan alam yang sering terjadi adalah sambaran petir. Mengingat letak geografis Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia beriklim tropis,...
, , , , ,