Silahkan subscribe email Anda untuk mendapatkan informasi dari kami, artikel terbaru, dokumen PDF, Flipbook, e-Book dan informasi penting lainnya.

Email Anda akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan kami gunakan untuk spamming

Turbin Gas (Gas Turbine)

Turbin Gas – PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dihasilkan oleh hasil pembakaran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi.

Seperti pada umumnya proses konversi energi berlangsung secara bertahap dimulai dari keberadaan bahan bakar berupa gas, kemudian proses pembakaran selanjutnya menghasilkan energi mekanik dan kemudian diubah menjadi energi listrik.

Komponen sistem Proses Pembangkitan Listrik Turbin Gas

Sistem Generator Turbin Gas

Turbin adalah suatu peralatan pengubah daya dari suatu media yang bergerak misalnya air, udara, gas dan uap, untuk memutar generator sehingga menghasilkan tenaga listrik. Pada PLTG, media yang digunakan untuk memutar turbin adalah gas panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar yang sudah dicampur udara dalam ruang bakar. Udara pembakaran didapat dari kompresor yang terpasang satu poros dengan turbin.

Secara umum sistem generator turbin gas pada pembngkit listrik dibagi menjadi dua (2) siklus, antara lain sebagai berikut :

  1. Siklus terbuka (open cycle).

Turbin adalah suatu pesawat pengubah daya dari suatu media yang bergerak misalnya air, udara, gas dan uap, untuk memutar generator sehingga menghasilkan tenaga listrik. Pada PLTG, media yang digunakan untuk memutar turbin adalah gas panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar yang sudah dicampur udara dalam ruang bakar.

  1. Siklus tertutup (closed cycle).

Jika pada Siklus Terbuka, gas buang dari turbin gas langsung dibuang melalui cerobong saluran keluaran,  maka pada proses Siklus Tertutup, gas buang dari turbin gas akan dimanfaatkan terlebih dahulu untuk memasak air yang berada di HRSG (Heat Recovery Steam Generator). Kemudian uap yang dihasilkan dari HRSG tersebut akan digunakan untuk memutar turbin uap agar dapat menghasilkan listrik setelah terlebih dahulu memutar generator.

Jadi proses Siklus Tertutup inilah yang disebut sebagai proses Pembangkitan Listrik Tenaga Gas Uap yaitu proses pembangkitan listrik yang dihasilkan oleh putaran turbin gas dan turbin uap.

Komponen–komponen utama sistem Turbin Gas adalah sebagai berikut:

  1. Cranking Motor adalah motor yang digunakan sebagai penggerak awal atau start up sistem turbin g Cranking Motor mendapat suplai listrik tegangan 6kV yang berasal dari switchgear.
  2. Filter Udara merupakan filter yang berfungsi untuk menyaring udara bebas agar udara yang mengalir menuju ke kompresor merupakan udara yang bersih.
  3. Kompresor berfungsi mengkompresi udara dalam turbin gas.
  4. Ruang bakar, berfungsi sebagai tempat pembakaran di dalam sistem turbin gas. Dapat berupa ruang bakar tunggal atau terdiri dari ruang-ruang bakar yang banyak.
  5. Turbin, berfungsi untuk mengekspansi gas panas hingga menghasilkan energi mekanis untuk menggerakkan generator.
  6. Generator berfungsi sebagai pembangkit energi listrik dimana di dalamnya terjadi proses perubahan dari energi mekanik ke listrik.

skema-turbin-gas-endurra-manajemen-risiko

Peralatan pendukung sistem turbin gas, adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Pelumas (Lube Oil System)

Fungsi utama sistem pelumas ini adalah untuk melumasi bantalan-bantalan (bearing), baik untuk bantalan turbin gas maupun bantalan generator. Berfungsi juga sebagai penyuplai minyak untuk sistem hidrolik pada Pompa Minyak Hidrolik (Hydraulic Oil Pump). Sebelum turbin gas dioperasikan, Pompa Minyak Pembantu (Auxiliary Oil Pump/AOP) dihidupkan untuk menyuplai minyak pelumas ke dalam bantalan turbin gas dan generator untuk selanjutnya diputar pada putaran turning gear atau dalam keadaan pendinginan (on cooldown) pada putaran lebih dari 30 rpm, dengan tujuan agar ketika pengidupan (start-up), gaya geser (friction force) yang terjadi antara metal bearing dengan poros turbin gas dan generator dapat dikurangi.

Kemudian setelah turbin gas mulai berjalan dan putaran mulai naik sampai putaran normal, maka suplai minyak pelumas akan diambil alih dari AOP ke Main Lube Oil Pump (MOP), dimana pompa ini diputar melalui hubungan antara Accessories Gear atau Load Gear dengan poros turbin gas.

  1. Sistem Pendingin (Cooling System)

Ketika minyak pelumas digunakan untuk melumasi bantalan-bantalan pada turbin gas dan generator, mengakibatkan temperatur dari minyak pelumas ini menjadi lebih tinggi, sehingga minyak pelumas tersebut perlu pendinginan.

Sebagai media pendingin minyak pelumas digunakan air melalui sirkulasi di dalam heat exchanger dan untuk mendinginkan air yang bertemperatur lebih tinggi akibat (alat penukar kalor) transfer panas di dalam heat exchanger, maka air pendingin ini akan didinginkan dengan dihembuskan di kisi-kisi radiator. Sirkulasi ini berlangsung secara tertutup dan untuk mensirkulasi air pendingin digunakan Water Cooling Circulating Pump.

  1. Sistem Hidrolik (Hydraulic System)

Sistem hidrolik digunakan untuk menggerakkan Main Stop Valve (MSV), dimana mekanisme operasinya berfungsi untuk membuka dan menutup MSV diperlukan hidrolik yang diambil dari sistem perpipaan minyak pelumas turbin gas, kemudian dipompa dengan hydraulic oil pump.

Fungsi dari MSV adalah untuk menghentikan laju aliran bahan bakar saat unit terjadi gangguan atau untuk membuka saluran bahan bakar pada sistem perpindahan bahan bakar (katub utama bahan bakar).

  1. Sistem Bahan Bakar

Pada proses penyaluran bahan bakar, dilakukan melalui instalasi perpipaan yang menghubungkan jalur perpipaan sampai ke ruang bakar. Aliran bahan bakar di transfer melalui flowmeter untuk perhitungan pemakaian.

Untuk mengatur jumlah aliran bahan bakar yang masuk ke ruang bakar diatur dengan Katup Kendali (Control Valve) yang berfungsi sebagai alat pengatur.

|
|
|
| Endurra Indonesia


Artikel Lainnya

Penanganan Bahan Mudah Terbakar Flammable Liquid Bahan mudah terbakar menjadi salah satu ancaman keselamatan kerja, apabila tidak di tangani dengan manajemen yang baik. Keberadaannya di suatu area dapat menjadi ancaman serius bagi ...
Hubungan Antara Label dan Pewarnaan Dengan Safety Label dan Pewarnaan - Pemberian label nama bangunan, ruangan, tangki, pipa, dan peralatan, khususnya bangunan dan ruangan yang menaungi proses-proses berbahaya/peralatan kritikal/barang-barang berbaha...
Klasifikasi Pengolahan Air Klasifikasi Pengolahan Air Pengolahan Eksternal Proses pengolahan secara eksternal berfungsi untuk memperbaiki kualitas air yang terdiri dari berbagai jenis, dan penerapan proses-proses tersebut...
Hydrogen Cooling System Proses Pendinginan dengan Hydrogen Hydrogen Cooling - Agar dihasilkan energi listrik yang optimal dari suatu unit pembangkit, diperlukan sistem pemeliharaan peralatan, salah satunya adalah mengenai s...
, , , , , , ,